Kamis, 22 Oktober 2009

di are ei.. alias diare

sedikit info tentang diare..


DIARE

Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari.  Orang yang mengalami diare akan kehilangan banyak cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi, yaitu gangguan dalam keseimbangan cairan dalam tubuh, yang terjadi karena pengeluaran air lebih banyak dari pada pemasukan.  Gangguan ini juga berpengaruh pada keseimbangan zat eektrolit tubuh.

Diare antara lain disebabkan virus, bakteri, parasit, alergi susu dan pada anak yang sedang terapi antibiotika. 

Pengobatan Diare
1.     Oralit
Merupakan satu-satunya obat yang dianjurkan untuk mengatasi diare karena kehilangan cairan tubuh.  Oralit tidak menghentikan diare, tetapi mengganti cairan tubuh yang hilang bersama tinja.

Komposisi oralit 200: glukosa anhidrat 4 g, natrium klorida 0,7 g, natrium sitrat dihidrat 0,58 g, kalium klorida 0,3 g
Serbuk (25 bungkus @ 5,6 g): dilarutkan dalam 200 ml atau satu gelas air hangat.

Nama dagang: aqualyte, bioralit, cupalyte, cymatrolit, diasall, eltolit, eltolit M., garam muntaber, interolit, ipiralit, oramex, ottolit, pedialyteOral electrolyte, pharolit, renalyte.

2.     Attapulgit, pectin
Indikasi: pengobatan simptomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya.
Dosis : dewasa dan anak >12 tahun, 2 tablet pada setelah diare pertama, maksimum 12 tablet per hari. Anak 6-12 tahun, ½ tablet dosis biasa, maksimum 6 tablet sehari.
Kontraindikasi: gangguan usus, konstipasi, hipersensitivitas.
Obat: akita, andikap, anstrep, biodiar, atagip.

3.     Karbo adsorben
Indikasi: antidiare, antidotum (adsorben untuk berbagai keracunan obat dan toksin).
Dosis: dewasa, 3 x sehari 3-4 tablet, anak-anak, 3 x sehari 1-2 tablet.
Obat: Bekarbon

4.     Bismuthi subsalisilat
Indikasi: pengobatan diare nonspesifik yaitu yang tidak berdarah dan tidak diketahui penyebabnya.
Obat: diaryn

5.     Psidium follum extractum siccum
Indikasi: mengurangi seringnya air buang air besar dan memadatkan tinja pada penderita diare.
Kontraindikasi: ibu hamil dan menyusui, penderita yang mengalami kelainan atau kecenderungan pendarahan, kerusakan saluran empedu, atau tukak lambung kronis, hipersensitivitas.
Obat:
-         Antrexol, dosis: sehari 2 x @kapsul, diare akut: 2 x @2kapsul dengan jarak satu jam.
-         Anstrep suspensi, dosis: dewasa, sehari 2 x 2 sendok (5ml), anak, sehari 1 x sendok (5ml).

Referensi: ISMAFARSI (Materi Penyuluhan PIO)

Tidak ada komentar: