DEMAM
Demam atau naiknya suhu tubuh harus diwaspadai, apalagi kalau ada riwayat panas demam diikuti kejang. Demam adalah efek dari beredarnya pirogen (zat penyebab demam) yang dilepas oleh leukosit dalam fungsinya sebagai anggota system pertahanan tubuh. Jadi, suhu tubuh menjadi meningkat, dengan kata lain sebagai upaya pertahanan tubuh untuk melawan tamu tak diundang tadi. Untuk itu, banyak dokter yang menyarankan orang tua untuk menyediakan obat penurun panas di rumah yang memiliki kandungan,
1.Analgesik
Fungsinya untuk menghilangkan rasa sakit pada sendi dan nyeri, contohnya aspirin dan ibuprofen.
2.Antipiretik
Fungsinya untuk menurunkan panas. Umumnya zat yang digunakan adalah parasetamol
Obat-obatan analgesik mempunyai efek antipiretik, yakni mampu menstabilkan suhu tubuh dan meredakan demam. Oleh karena itu beberapa obat analgesic disebut sebagai analgesik-antipiretik, seperti: aspirin, parasetamol, dan antalgin.
Saat dikonsumsi, obat analgesic ini bekerja di pusat pengatur suhu yang terletak pada batang otak. Selain itu, mampu melebarkan pembuluh darah kulit dan memicu produksi keringat sehingga semakin banyak panas yang dibuang. Selain bekerja pada susunan syaraf pusat, analgesic-antipiretik dapat mencegah pembetukan prostaglandin, yakni zat yang menimbulkan rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh.
Contoh obat-obat analgesik antipiretik yang beredar di Indonesia’
-Paracetamol/ acetaminophen
Penggunaan parasetamol sebagai analgesik antipiretik tela menggantikan penggunaan salisilat. Sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak menolong. Dalam sediaannya sering dikombinasi dengan cofein yang berfungsi meningkatkan efektivitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya.
-Ibuprofen
Bersifat analgesic dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat, sama seperti aspirin. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui.
-Asam mefenamat
Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma, sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul, misalnya dyspepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung.
-Tramadol
Tramadol adalah senyawa sintetik yang berefek seperti morfin, digunakan untuk sakit nyeri menengah hingga parah.
-Benorylate
adalah kombinasi dari parasetamol dan ester aspirin, digunakan sebagai obat antiinflamasi dan antipiretik. Untuk pengobatan demam pada anak, obat ini bekerja lebih baik disbanding dengan parasetamol dan aspirin dalam penggunaan yang terpisah. Karena obat ini merupakan derivate dar aspirin maka tidak boleh digunakan untuk anak yang mengidap Sindrom Reye.
-Fentanyl
termasuk golongan analgesic narkotika, digunakan sebagai penghilang nyeri. Dalam bentuk sediaan injeksi IM (intramuscular) digunakan untuk menghilangkan sakit yang disebabkan kanker. Ketergantungan bisa terjadi jika pengobatan dihentikan secara mendadak. Sehingga untuk mencegah efek samping tersebut perlu dilakukan penurunan dosis secara bertahap dengan periode tertentu sebelum pengobatan dihentikan.
-Naproxen
termasuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid. Naproxen bekerja dengan cara menurunkan hormone yang menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri di tubuh.
-Obat lainnya
Metamizol, aspirin (asetosal/ asam asetil salidilat), methampiron, floctafenine, novaminsulfonicum dan sufentanil.
Referensi: ISMAFARSI (Materi Penyuluhan PIO)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar